artikel kali ini, gue
bikin karna gue lagi kurang kerjaan, banyak yang minta artikel baru tapi
bingung mau nulis apaan -,- semenjak libur dibulan ramadhan, inspirasi gue
perlahan ngilang. mungkin, dia belum balik dari kampungnya~
novel eclair, novel
yang menyayat hati, udah gue baca berulang-ulang dan ga ada bosennya. buat yang
udah baca, pasti setuju sama gue. nah buat yang belom baca, buruan deh beli,
atau numpang baca di gramed hahhaha.
abis baca novel ini, gue jadi penasaran
kue eclair itu seperti apa sih... akhirnya gue gugling dan gue nemu sedikit
penjelasan tentang kue ini.
Sesungguhnya, gak banyak orang yang tau apa
itu eclair. Seperti apa bentuknya dan apa rasanya gak banyak yang menyadari
kalau kue tersebut adalah kue yang sangatlah pasaran di masa kini, termasuk Indonesia.
Eclair adalah kue
kering yang berbentuk panjang, berisi krim pasta. Kalau lo tau apa itu kue
sus, bisalah gue sebut Eclair ini adalah jelmaan versi panjangnya. Namun tak
seperti kue sus, Eclair lebih garing untuk tekstur luarnya. Isinya bisa berupa
buah kaleng, saus vla, whipped cream, atau es krim.
Eclair berasal dari
abad kesembilan-belas yang menjadi salah satu ciri khas dari Prancis. Eclair
pertama kali diciptakan oleh Marie-Antonin Careme, seorang koki terkenal dari
Prancis, untuk royalti Prancis. ‘Eclair’ dalam bahasa Prancis sendiri berarti
‘petir’. Dinamakan demikian karena eclair selalu terlihat berkilau, terutama
pertama kali dijual.
nah, ini dia wujudnya ..
gimana? udah tertarik mau baca novelnya?
ga cuma sampe disini sob, gue bakal
menggoda lo biar tambah penasaran sama ni novel .
"Seandainya
bisa, aku ingin terbang bersamamu dan burung-burung di atas sana. Aku ingin
terus duduk bersamamu di bawah teduhnya pohon-berbagi eclair, ditemani matahari
dan angin sepoi-sepoi. Aku ingin terus menggenggam jari-jemarimu, berbagi rasa
dan hangat tubuh-selamanya.
Sayangnya,
gravitasi menghalangiku. Putaran bumi menambah setiap detik di hari-hari kita.
Seperti lilin yang terus terbakar, tanpa terasa waktu kita pun tidak tersisa
banyak. Semua terasa terburu-buru. Perpisahan pun terasa semakin menakutkan.
Aku rebah di
tanah. Memejamkan mata kuat-kuat karena air mata yang menderas. "Aku masih
di sini," bisikmu, selirih angin sore. Tapi aku tak percaya. Bagaimana
jika saat aku membuka mata nanti, kau benar-benar tiada?"
dan ini sedikit cerita dari gue..
I wandered lonely as a cloud
that floats on high o'er vales and hills
when all at once I saw a crowd
a host, of golden daffodils;
beside the lake, beneath the trees
fluttering and dancing in the breeze
-I Wandered Lonely as a Cloud, William Wordsworth
Bagaimana perasaanmu
jika sahabat terbaikmu, yang selalu menebarkan kehangatan dan keceriaan setiap
hari, selalu menularkan senyuman dan tawa, serta selalu membuatkanmu
berpuluh-puluh Èclair yang manis dan lezat dengan ikhlas dan penuh cinta,
tiba-tiba hanya bisa terduduk dengan pandangan kosong dan wajah pucat tak
berdaya? Sanggupkah kau menyaksikan pemandangan menyakitkan itu? Sungguh, kau
pasti tak akan percaya bahwa laki-laki dengan sorot mata kosong dengan pria
muda yang dulu selalu penuh semangat dan keceriaan itu adalah orang yang sama.
Prisca Primasari kembali bercerita tentang
negeri di luar Indonesia. gue gak tau kenapa dia memilih negeri di luar
daripada negerinya sendiri. Apakah negerinya sendiri itu tak ada yang bisa ia
ceritakan sampai-sampai harus mengambil dari luar? Bagi gue, ini sangatlah
asing, termasuk meriset fakta-fakta. Meski fiksi, fakta tetap acuan dalam
menuliskan cerita.
Bermula dari satu
kota di Rusia yang bernama St. Petersburg, Prisca memulai tokoh Ekaterina
Fyodorovna dan Sergei Valentinich yang akan melangsungkan pernikahan dua minggu
lagi. Permasalahan yang terjadi adalah Stephanych menjadi penghalang pernikahan
mereka. Stepanych yang sakit keras ingin berjumpa dengan teman-temannya dahulu.
Sergei ingin menunda pernikahan mereka, tetapi Katya memaksa akan
melangsungkannya. Katya akan mencari dua teman mereka yang hilang, Kay dan
Lhiver.
Singkat cerita,
Katya berangkat menuju New York untuk menemui Kay. Masalah runyam karena Kay
yang seorang fotografer terlibat di dalam sebuah kasus pembunuhan Tantiana
Andreyeva, seorang patissier terkenal. Membawa Kay ke Rusia untuk menemui
Stephanych bukanlah hal yang mudah. Ia harus berurusan dengan pihak kepolisian,
seluruh pegawai toko pisau garnish di kota itu, dan para pelanggannya.
Setelah masalah
selesai, Katya menuju ke Surabaya. Tugasnya belum selesai. Ia harus meluluhkan
hati Lhiver. Sayang, lagi-lagi bukanlah perkara yang mudah. Sergei, Katya, Kay,
Lhiver, dan Stephancy memiliki tragedi yang tidak bisa terlupakan. Lhiver sudah
menganggap persahabatan mereka berakhir sejak Aoife, anak angkat Lhiver, dan
kedua orangtua Lhiver dan Kay meninggal.
nah, pa urusannya eclair dengan hubungan kelima
orang tersebut?
gue suka dengan
cara Prisca mendeskripsikan keadaan, mengelola cerita yang asing di tempat yang
asing. gue suka dengan cara Prisca memberikan kejutan-kejutan sederhana, memainkan
watak-watak tokohnya. gue suka dengan cara Prisca menggabungkan dua tema yang
sederhana di dalam cerita yang sederhana dengan nuansa yang tak bisa dikatakan
sederhana. dia cukup spektakuler untuk berperan sebagai tuhan di dalam
ceritanya, mengeksekusi tokoh-tokohnya, dan menentukan kehidupan para tokoh
selanjutnya.
gue suka bagaimana
Katya membongkar siapa pembunuh dari Tantiana Andreyeva dengan berbagai macam
motif yang tak lazim. Gue pikir gue lagi nonton sebuah film detektif di dalam
kata-kata. gue suka bagaimana Katya berjuang meluluhkan hati Kay dan Lhiver
agar mau kembali bersatu dengan cara yang unik. gue suka dengan misteri-misteri
yang harus diungkapkan oleh Katya dan Sergei untuk menyelamatkan diri dari
cengkraman musuh yang hendak membunuh mereka.
Eclair adalah latar
belakang dari cerita ini. lo akan tau bagaimana caranya menyatukan
sahabat-sahabat lo yang ada di mana, bagaimana cara mencintai di dalam
kesejatian, dan mengelabui musuh yang paling keji sekali pun lewat eclair yang
tersaji di dalamnya. Eclair seperti membuat sesuatu yang terlihat mustahil
menjadi nyata. Mungkin Prisca sudah berhasil ‘menyatukan kembali beling yang
pecah menjadi gelas yang utuh’.
Prisca juga sudah
merawi sebuah cerita di mana persahabatan, kasih sayang, dan pesaudaraan
terlihat begitu bernilai di antara segalanya. Itu yang diwujudkannya lewat
Eclair.
Itulah gambaran
Eclair bagi gue. Entahlah bagi lo seperti apa.